Proyeksi Baru APBN-P 2008
JAKARTA-Pemerintah mengubah lagi proyeksi defisit dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2008. Hingga akhir tahun ini, defisit diperkirakan menyusut jadi 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp 49,3 triliun. Proyeksi ini lebih rendah ketimbang perkiraan semula 1,3 persen dari PDB(Rp 58,29 triliun) dan 2,1 persen PDB (Rp 94,5 triliun) di APBN-P.
Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu, hingga akhir 2008 penerimaan perpajakan diperkirakan sebesar 105 persen. Belanja negara diproyeksikan terserap 90 persen. Hingga kini total belanja mencapai 78 persen. Penyerapan belanja kementerian/lembaga mencapai 68 persen.
''Kita harapkan akhir 2008 kita bisa memperoleh gambaran APBN yang sehat,'' tuturnya di Kantor Depkeu, Jakarta, kemarin (20/11).
Dia memperkirakan, akan ada 10 persen anggaran yang tidak terpakai. Dalam APBN-P 2008 belanja negara dianggarkan senilai Rp 989,49 triliun. Belanja kementerian/lembaga direncanakan Rp 697,07 triliun. ''APBN cukup bagus jika belanja modal, barang, dan sosial bisa mencapai 90 persen,'' ujarnya.
Anggito menyebut, penerimaan juga cukup bagus dan bahkan melebihi siklus target. Kondisi ini cukup menggembirakan, terutama di tengah perlambatan ekonomi. ''Uang di kas negara masih cukup besar. Diharapkan Desember bisa dipercepat,'' katanya.
Dia mengakui, Agustus lalu APBN memang masih kontraksi sehingga belanja lebih sedikit dibandingkan penerimaan bulan itu. ''Tapi, September lalu sudah ekspansi. Artinya, yang dibelanjakan lebih besar dari yang ditarik. Oktober ada koreksi, dan November diharapkan bisa ekspansi lagi,'' jelasnya.
Dia optimistis sisa anggaran sekitar 22 persen bisa terserap dalam sebulan terakhir. Sebab, sudah banyak proyek yang berjalan dan sebagian belum menarik dana APBN. ''Ada yang menggunakan kas sendiri. Jadi, ini masalah cash landing saja, penggelontoran saja,'' katanya.
Berita Terbaru Pilihan Pembaca
Media Lokal
Sponsors
21 November 2008
Defisit Anggaran Diperkirakan Menyusut 1,1 Persen
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment